Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Crane Kapal & Terapung

Pelatihan Dredging Crane

Crane dengan grab atau dragline di atas ponton untuk mengeruk lumpur dan sedimen di alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan sungai.

Lengan dan kabin tower crane kuning dilihat dari bawah

Mengenal Dredging Crane

Dredging crane adalah crane yang dipakai untuk mengeruk: mengangkat material dasar perairan lalu memuatnya ke tongkang lumpur (hopper barge) atau menimbunnya di darat. Bentuk yang paling umum adalah grab dredger, yaitu crane tali kawat di atas ponton yang menjatuhkan grab clamshell ke dasar, menutupnya, lalu mengangkat material. Di perairan dangkal ponton ditahan dengan spud; di tempat lain dengan jangkar. Beberapa pekerjaan memakai dragline atau crane yang bekerja dari tepi darat.

Pekerjaan keruk memberi beban yang khas pada crane. Siklusnya cepat dan berulang, grab bekerja di bawah air tanpa terlihat, dan gaya saat mencabut grab dari lumpur liat dapat jauh melebihi berat isi grab karena efek hisap. Karena itu crane untuk keruk umumnya dirancang atau diturunkan kapasitasnya untuk duty cycle, bukan untuk angkat biasa. Tali kawat, sheave, dan grab terus terkena air, pasir, dan lumpur, sehingga keausan dan korosinya jauh lebih cepat dibanding crane angkat.

Penggunaan umum

  • Pemeliharaan kedalaman kolam pelabuhan dan alur pelayaran
  • Pengerukan di depan dermaga dan sudut sempit yang tidak terjangkau kapal keruk besar
  • Normalisasi sungai, waduk, dan kanal
  • Penggalian parit bawah air untuk pipa dan kabel

Lisensi dan kelas operator

Crane yang dipakai untuk mengeruk tetap merupakan pesawat angkat, dan operatornya wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas umumnya mengikuti kapasitas angkat crane; penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara.

Siapa yang perlu ikut

  • Operator grab dredger dan crane keruk
  • Operator crawler crane yang dialihkan ke pekerjaan keruk
  • Pengawas pekerjaan pengerukan dan reklamasi
  • Awak ponton dan petugas HSE proyek keruk

Materi pelatihan Dredging Crane

  • Kerja duty cycle dan penurunan kapasitas crane untuk operasi grab
  • Operasi grab dua tali di bawah air
  • Efek hisap lumpur dan cara mencabut grab dengan aman
  • Stabilitas ponton saat slewing dan saat grab tertahan
  • Pengoperasian spud dan pergeseran ponton
  • Pemeriksaan dan perawatan tali kawat di lingkungan abrasif
  • Identifikasi utilitas bawah air dan batas area keruk

Bahaya utama pada Dredging Crane

  • Kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar
  • Ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi
  • Tali kawat putus akibat aus dan korosi yang cepat
  • Grab mengenai pipa, kabel, atau struktur bawah air
  • Pekerja jatuh ke air atau terpukul grab yang berayun
  • Tongkang lumpur miring karena pengisian tidak merata

Pertanyaan seputar Dredging Crane

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan Dredging Crane?

Operator grab dredger dan crane keruk; Operator crawler crane yang dialihkan ke pekerjaan keruk; Pengawas pekerjaan pengerukan dan reklamasi; Awak ponton dan petugas HSE proyek keruk.

Lisensi apa yang berlaku untuk Dredging Crane?

Crane yang dipakai untuk mengeruk tetap merupakan pesawat angkat, dan operatornya wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas umumnya mengikuti kapasitas angkat crane; penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara.

Apa saja yang dipelajari dalam pelatihan Dredging Crane?

Antara lain: Kerja duty cycle dan penurunan kapasitas crane untuk operasi grab; Operasi grab dua tali di bawah air; Efek hisap lumpur dan cara mencabut grab dengan aman; Stabilitas ponton saat slewing dan saat grab tertahan; Pengoperasian spud dan pergeseran ponton.

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.