Crane truck dan boom truck adalah truk yang dilengkapi crane hidrolik untuk memuat, membongkar, dan mengangkat beban ringan sampai menengah. Karena cranenya bertenaga dan dapat mengangkat beban di atas orang, operatornya wajib memiliki Lisensi K3 atau SIO crane truck sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020, dengan kelas mengikuti kapasitas unit. SIM saja tidak cukup.
Boom truck adalah apa, dan apa bedanya dengan truck crane?
Istilah di lapangan sering tumpang tindih. Pembedaan yang umum dipakai:
| Sebutan | Ciri | Pemakaian khas |
|---|---|---|
| Boom truck atau truk crane muat (truck loader crane) | Truk bak dengan crane di belakang kabin atau di ujung bak; tetap membawa muatan | Pengiriman material, tiang listrik, mesin kecil, genset |
| Crane lipat (knuckle boom) | Lengan berengsel yang dapat dilipat | Muat-bongkar di ruang sempit, pekerjaan utilitas |
| Truck crane | Kendaraan yang seluruhnya didedikasikan untuk crane, boom teleskopik, kabin operator terpisah | Pengangkatan di proyek dan pabrik |
Truck crane adalah bagian dari keluarga mobile crane yang dibahas di artikel jenis mobile crane. Boom truck lebih kecil dan lebih sederhana, tetapi prinsip keselamatannya sama.
Berapa kapasitas crane truck?
Kapasitas crane truck yang banyak dijumpai berkisar dari beberapa ton sampai belasan ton, sedangkan truck crane tersedia dari puluhan ton ke atas. Angka pada nama unit, misalnya crane truck 5 ton, adalah kapasitas maksimum pada radius terpendek. Semakin jauh lengan dijulurkan, kapasitasnya turun tajam.
Contoh cara berpikirnya: sebuah boom truck yang disebut 5 ton mungkin hanya boleh mengangkat sebagian kecil dari angka itu ketika lengannya terjulur penuh ke samping. Angka pastinya ada pada tabel beban yang ditempel di unit. Operator wajib membacanya, bukan mengandalkan nama unit. Cara membacanya dijelaskan di lifting plan dan cara membaca load chart crane.
SIO apa yang dibutuhkan operator crane truck dan boom truck?
Permenaker No. 8 Tahun 2020 mewajibkan pesawat angkat dioperasikan oleh operator berlisensi. Untuk crane yang terpasang pada kendaraan, pembinaan yang diikuti adalah operator keran angkat jenis mobile, dengan kelas menurut kapasitas:
- Kelas III untuk unit sampai 25 ton, mencakup hampir semua boom truck dan crane truck kecil;
- Kelas II untuk unit di atas 25 sampai 100 ton;
- Kelas I untuk unit di atas 100 ton.
Cara penulisan jenis unit pada lisensi dapat berbeda, sehingga saat mendaftar sebutkan dengan jelas bahwa unit Anda boom truck atau truck loader crane, lengkap dengan kapasitasnya. Minta penyelenggara memastikan pencantumannya sesuai. Programnya ada di pelatihan operator mobile crane.
Selain lisensi K3, operator membutuhkan:
- SIM yang sesuai golongan kendaraan untuk berkendara di jalan raya;
- izin mengemudi internal bila lokasi kerja mensyaratkan, misalnya di tambang atau kawasan migas;
- surat penunjukan dari perusahaan.
Apa tugas operator crane truck?
Operator crane truck biasanya merangkap pengemudi, sehingga tugasnya lebih luas dibanding operator crane lain:
- memeriksa kendaraan dan crane sebelum berangkat;
- memilih posisi parkir yang rata, keras, dan jauh dari tepi galian;
- mengeluarkan outrigger sepenuhnya dan memasang landasan;
- memastikan berat muatan dan radius kerja sebelum mengangkat;
- mengatur area agar orang tidak berada di bawah beban;
- melipat dan mengunci boom sebelum kendaraan bergerak.
Tugas umum operator dibahas di tugas dan kewajiban operator crane.
Apa risiko khas crane truck dan boom truck?
Unit ini sering dianggap ringan sehingga prosedurnya dilonggarkan. Justru di situlah kecelakaan terjadi.
- Terguling ke samping. Outrigger tidak dikeluarkan penuh, landasan ambles, atau beban diayun ke sisi yang paling lemah.
- Kontak dengan kabel listrik. Pekerjaan pengiriman banyak dilakukan di tepi jalan, tepat di bawah jaringan distribusi.
- Operator berdiri di zona bahaya. Kendali boom truck sering berada di samping truk, dekat dengan beban dan outrigger. Remote kendali membantu operator memilih posisi aman.
- Boom tidak dilipat saat berjalan. Menabrak jembatan, portal, atau kabel.
- Beban melebihi kapasitas pada radius jauh. Karena hanya mengingat angka pada nama unit.
- Pengikatan seadanya. Pengemudi mengikat sendiri tanpa pengetahuan rigging.
Pola insiden yang lebih luas ada di penyebab kecelakaan crane.
Apa yang diperiksa sebelum mengoperasikan?
- kondisi ban, rem, dan lampu kendaraan;
- kebocoran oli hidrolik pada silinder, selang, dan sambungan;
- baut dudukan crane pada sasis;
- outrigger, pengunci, dan landasannya;
- kait beserta pengunci, tali kawat baja atau rantai;
- tuas kendali kembali ke netral dengan sendirinya;
- tabel beban dan label peringatan terbaca;
- alat pengaman seperti pembatas beban, bila unit dilengkapi.
Apa yang perlu dilakukan perusahaan pemilik armada?
Perusahaan logistik, distributor material, dan kontraktor utilitas sering memiliki banyak boom truck tetapi tidak menganggapnya sebagai crane. Akibatnya unit tidak pernah diperiksa dan pengemudi tidak berlisensi. Langkah perbaikannya:
- daftarkan semua crane yang terpasang pada kendaraan sebagai pesawat angkat;
- pastikan unit menjalani pemeriksaan dan pengujian, lihat riksa uji crane menurut Permenaker 8/2020;
- lisensikan pengemudi yang mengoperasikan crane;
- latih dasar pengikatan beban, atau sediakan rigger pada pengiriman berisiko;
- buat aturan jarak aman dari jaringan listrik.
Bila pengemudinya banyak, pembinaan dapat dilakukan di pool kendaraan sendiri lewat in-house training operator crane.
Referensi
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


