Crane Kapal & Terapung
Komponen Peralatan Dredging Crane dan Fungsinya
Crane dengan grab atau dragline di atas ponton untuk mengeruk lumpur dan sedimen di alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan sungai.

Mengenal Dredging Crane
Dredging crane adalah crane yang dipakai untuk mengeruk: mengangkat material dasar perairan lalu memuatnya ke tongkang lumpur (hopper barge) atau menimbunnya di darat. Bentuk yang paling umum adalah grab dredger, yaitu crane tali kawat di atas ponton yang menjatuhkan grab clamshell ke dasar, menutupnya, lalu mengangkat material. Di perairan dangkal ponton ditahan dengan spud; di tempat lain dengan jangkar. Beberapa pekerjaan memakai dragline atau crane yang bekerja dari tepi darat.
Pekerjaan keruk memberi beban yang khas pada crane. Siklusnya cepat dan berulang, grab bekerja di bawah air tanpa terlihat, dan gaya saat mencabut grab dari lumpur liat dapat jauh melebihi berat isi grab karena efek hisap. Karena itu crane untuk keruk umumnya dirancang atau diturunkan kapasitasnya untuk duty cycle, bukan untuk angkat biasa. Tali kawat, sheave, dan grab terus terkena air, pasir, dan lumpur, sehingga keausan dan korosinya jauh lebih cepat dibanding crane angkat.
Penggunaan umum
- Pemeliharaan kedalaman kolam pelabuhan dan alur pelayaran
- Pengerukan di depan dermaga dan sudut sempit yang tidak terjangkau kapal keruk besar
- Normalisasi sungai, waduk, dan kanal
- Penggalian parit bawah air untuk pipa dan kabel
9 komponen utama Dredging Crane
- Ponton keruk
- Wahana apung tempat crane berdiri dan bekerja.
- Crane tali kawat dengan boom
- Unit pengangkat yang dirancang untuk siklus kerja grab berulang.
- Grab clamshell
- Bucket dua rahang yang menggigit material dasar; jenis dan beratnya dipilih menurut jenis tanah.
- Holding rope dan closing rope
- Tali penahan dan tali penutup yang bersama-sama mengangkat serta membuka-tutup grab.
- Tagline
- Tali penahan agar grab tidak berputar dan tidak berayun berlebihan.
- Spud dan spud winch
- Tiang pengunci posisi ponton ke dasar perairan dan alat untuk menaik-turunkannya.
- Winch jangkar dan tali samping
- Menggeser ponton sedikit demi sedikit mengikuti jalur keruk.
- Alat ukur kedalaman dan posisi
- Sounding, penanda tali, atau sistem posisi untuk mengendalikan kedalaman keruk.
- Fairlead dan sheave boom
- Pengarah tali kawat yang paling cepat aus oleh pasir dan lumpur.
Bahaya utama pada Dredging Crane
- Kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar
- Ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi
- Tali kawat putus akibat aus dan korosi yang cepat
- Grab mengenai pipa, kabel, atau struktur bawah air
- Pekerja jatuh ke air atau terpukul grab yang berayun
- Tongkang lumpur miring karena pengisian tidak merata
Pertanyaan seputar Dredging Crane
Apa saja komponen utama Dredging Crane?
Ponton keruk, Crane tali kawat dengan boom, Grab clamshell, Holding rope dan closing rope, Tagline, Spud dan spud winch, Winch jangkar dan tali samping, Alat ukur kedalaman dan posisi, Fairlead dan sheave boom.
Mengapa operator perlu mengenal komponen Dredging Crane?
Karena pemeriksaan sebelum operasi dan pengenalan gejala kerusakan bergantung pada pemahaman fungsi tiap bagian. Bahaya utamanya antara lain kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar dan ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi.
Komponen lain di kelompok Crane Kapal & Terapung
Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?
Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.