Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Crane Kapal & Terapung

Komponen Peralatan Dredging Crane dan Fungsinya

Crane dengan grab atau dragline di atas ponton untuk mengeruk lumpur dan sedimen di alur pelayaran, kolam pelabuhan, dan sungai.

Lengan dan kabin tower crane kuning dilihat dari bawah

Mengenal Dredging Crane

Dredging crane adalah crane yang dipakai untuk mengeruk: mengangkat material dasar perairan lalu memuatnya ke tongkang lumpur (hopper barge) atau menimbunnya di darat. Bentuk yang paling umum adalah grab dredger, yaitu crane tali kawat di atas ponton yang menjatuhkan grab clamshell ke dasar, menutupnya, lalu mengangkat material. Di perairan dangkal ponton ditahan dengan spud; di tempat lain dengan jangkar. Beberapa pekerjaan memakai dragline atau crane yang bekerja dari tepi darat.

Pekerjaan keruk memberi beban yang khas pada crane. Siklusnya cepat dan berulang, grab bekerja di bawah air tanpa terlihat, dan gaya saat mencabut grab dari lumpur liat dapat jauh melebihi berat isi grab karena efek hisap. Karena itu crane untuk keruk umumnya dirancang atau diturunkan kapasitasnya untuk duty cycle, bukan untuk angkat biasa. Tali kawat, sheave, dan grab terus terkena air, pasir, dan lumpur, sehingga keausan dan korosinya jauh lebih cepat dibanding crane angkat.

Penggunaan umum

  • Pemeliharaan kedalaman kolam pelabuhan dan alur pelayaran
  • Pengerukan di depan dermaga dan sudut sempit yang tidak terjangkau kapal keruk besar
  • Normalisasi sungai, waduk, dan kanal
  • Penggalian parit bawah air untuk pipa dan kabel

9 komponen utama Dredging Crane

01
Ponton keruk
Wahana apung tempat crane berdiri dan bekerja.
02
Crane tali kawat dengan boom
Unit pengangkat yang dirancang untuk siklus kerja grab berulang.
03
Grab clamshell
Bucket dua rahang yang menggigit material dasar; jenis dan beratnya dipilih menurut jenis tanah.
04
Holding rope dan closing rope
Tali penahan dan tali penutup yang bersama-sama mengangkat serta membuka-tutup grab.
05
Tagline
Tali penahan agar grab tidak berputar dan tidak berayun berlebihan.
06
Spud dan spud winch
Tiang pengunci posisi ponton ke dasar perairan dan alat untuk menaik-turunkannya.
07
Winch jangkar dan tali samping
Menggeser ponton sedikit demi sedikit mengikuti jalur keruk.
08
Alat ukur kedalaman dan posisi
Sounding, penanda tali, atau sistem posisi untuk mengendalikan kedalaman keruk.
09
Fairlead dan sheave boom
Pengarah tali kawat yang paling cepat aus oleh pasir dan lumpur.

Bahaya utama pada Dredging Crane

  • Kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar
  • Ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi
  • Tali kawat putus akibat aus dan korosi yang cepat
  • Grab mengenai pipa, kabel, atau struktur bawah air
  • Pekerja jatuh ke air atau terpukul grab yang berayun
  • Tongkang lumpur miring karena pengisian tidak merata

Pertanyaan seputar Dredging Crane

Apa saja komponen utama Dredging Crane?

Ponton keruk, Crane tali kawat dengan boom, Grab clamshell, Holding rope dan closing rope, Tagline, Spud dan spud winch, Winch jangkar dan tali samping, Alat ukur kedalaman dan posisi, Fairlead dan sheave boom.

Mengapa operator perlu mengenal komponen Dredging Crane?

Karena pemeriksaan sebelum operasi dan pengenalan gejala kerusakan bergantung pada pemahaman fungsi tiap bagian. Bahaya utamanya antara lain kelebihan beban saat mencabut grab dari lumpur liat atau grab tersangkut benda di dasar dan ponton miring atau terbalik bila grab tersangkut saat boom mengarah ke sisi.

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.