Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Crane Workshop & Pabrik

Pelatihan Overhead Travelling Crane

Overhead crane yang berjalan memanjang di sepanjang bay pabrik (EOT crane), umumnya double girder dengan kabin operator.

Kait dan rantai baja alat bantu angkat dari jarak dekat

Mengenal Overhead Travelling Crane

Overhead travelling crane, sering disebut EOT crane, menekankan gerak jalan jembatan di sepanjang bay bangunan. Pada pabrik berat, crane ini umumnya bertipe double girder dengan troli di atas girder, kabin operator yang ikut berjalan, dan walkway untuk perawatan.

Dibandingkan overhead crane ringan yang dikendalikan dari lantai, unit ini bekerja dengan siklus tinggi dan lintasan panjang. Kondisi runway, keausan roda, dan keserempakan penggerak kedua sisi menjadi penentu utama keandalannya, begitu pula pengaturan kerja bila beberapa crane berbagi satu runway.

Penggunaan umum

  • Pabrik baja, peleburan, dan pengecoran
  • Gudang coil dan pelat di industri logam
  • Ruang turbin pembangkit listrik
  • Pabrik semen, kertas, dan fabrikasi berat

Lisensi dan kelas operator

Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Kelas mengikuti kapasitas hoist utama crane yang dioperasikan.

Siapa yang perlu ikut

  • Operator kabin EOT crane di industri berat
  • Petugas lantai dan rigger
  • Teknisi mekanik dan listrik crane
  • Pengawas produksi

Materi pelatihan Overhead Travelling Crane

  • Konstruksi EOT crane dan klasifikasi beban kerjanya
  • Pengoperasian dari kabin dan keterbatasan pandangan
  • Pemakaian main hoist dan auxiliary hoist
  • Pengaturan kerja beberapa crane dalam satu bay
  • Prosedur isolasi energi sebelum perawatan
  • Penanganan beban khusus: coil, ladle, dan magnet angkat
  • Tindakan darurat dan evakuasi dari kabin

Bahaya utama pada Overhead Travelling Crane

  • Tabrakan antar crane pada satu runway
  • Teknisi terjepit atau tersengat saat bekerja di walkway atau dekat conductor
  • Jatuh dari ketinggian saat naik ke kabin atau girder
  • Beban panas atau cair tumpah pada industri logam
  • Crane berjalan miring (skew) sehingga flens roda dan rel cepat aus

Pertanyaan seputar Overhead Travelling Crane

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan Overhead Travelling Crane?

Operator kabin EOT crane di industri berat; Petugas lantai dan rigger; Teknisi mekanik dan listrik crane; Pengawas produksi.

Lisensi apa yang berlaku untuk Overhead Travelling Crane?

Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Kelas mengikuti kapasitas hoist utama crane yang dioperasikan.

Apa saja yang dipelajari dalam pelatihan Overhead Travelling Crane?

Antara lain: Konstruksi EOT crane dan klasifikasi beban kerjanya; Pengoperasian dari kabin dan keterbatasan pandangan; Pemakaian main hoist dan auxiliary hoist; Pengaturan kerja beberapa crane dalam satu bay; Prosedur isolasi energi sebelum perawatan.

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.