Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Kelas Operator

Pelatihan Crane Kelas 1

Kelas operator crane tertinggi, umumnya untuk crane berkapasitas di atas 100 ton pada proyek dan industri berat.

Kait dan rantai baja alat bantu angkat dari jarak dekat

Mengenal Crane Kelas 1

Crane Kelas 1 bukan jenis alat, melainkan tingkat lisensi operator. Mengacu pada Permenaker No. 8 Tahun 2020, kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat, dan Kelas I ditujukan bagi operator crane berkapasitas di atas 100 ton.

Crane pada rentang ini biasanya berupa crawler crane besar, all terrain crane, atau crane khusus dengan konfigurasi rumit seperti superlift dan jib luffing. Pekerjaannya hampir selalu berbentuk pengangkatan kritis yang memerlukan rencana pengangkatan tertulis dan tim yang lengkap.

Penggunaan umum

  • Erection bejana proses, reaktor, dan modul di proyek migas dan petrokimia
  • Pemasangan komponen pembangkit listrik dan turbin
  • Pengangkatan girder jembatan bentang panjang
  • Pengangkatan tandem dengan dua crane besar

Lisensi dan kelas operator

Mengacu pada Permenaker No. 8 Tahun 2020, operator crane wajib memiliki Lisensi K3, dan Kelas I umumnya berlaku untuk crane berkapasitas di atas 100 ton. Persyaratan pengalaman dan jenjang dari kelas di bawahnya dikonfirmasi pada naskah peraturan dan penyelenggara.

Siapa yang perlu ikut

  • Operator Kelas II yang akan naik kelas
  • Operator crane besar di proyek EPC dan industri berat
  • Lifting supervisor

Materi pelatihan Crane Kelas 1

  • Kewenangan dan tanggung jawab operator Kelas I
  • Load chart konfigurasi kompleks: superlift, luffing jib, dan counterweight variabel
  • Rencana pengangkatan kritis dan pengangkatan tandem
  • Tekanan tanah dan desain alas crane
  • Pengaruh angin terhadap beban besar
  • Pengoperasian komputer crane dan interpretasi peringatannya
  • Peran operator dalam tim pengangkatan

Bahaya utama pada Crane Kelas 1

  • Kegagalan struktur atau tergulingnya crane dengan dampak sangat luas
  • Konfigurasi terpasang tidak sesuai load chart
  • Daya dukung tanah tidak memadai untuk beban track atau outrigger
  • Koordinasi buruk pada pengangkatan tandem
  • Angin pada beban berpenampang besar

Pertanyaan seputar Crane Kelas 1

Siapa yang perlu mengikuti pelatihan Crane Kelas 1?

Operator Kelas II yang akan naik kelas; Operator crane besar di proyek EPC dan industri berat; Lifting supervisor.

Lisensi apa yang berlaku untuk Crane Kelas 1?

Mengacu pada Permenaker No. 8 Tahun 2020, operator crane wajib memiliki Lisensi K3, dan Kelas I umumnya berlaku untuk crane berkapasitas di atas 100 ton. Persyaratan pengalaman dan jenjang dari kelas di bawahnya dikonfirmasi pada naskah peraturan dan penyelenggara.

Apa saja yang dipelajari dalam pelatihan Crane Kelas 1?

Antara lain: Kewenangan dan tanggung jawab operator Kelas I; Load chart konfigurasi kompleks: superlift, luffing jib, dan counterweight variabel; Rencana pengangkatan kritis dan pengangkatan tandem; Tekanan tanah dan desain alas crane; Pengaruh angin terhadap beban besar.

Pelatihan lain di kelompok Kelas Operator

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.