Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Gantry & Peti Kemas

Cara Menggunakan & Mengoperasikan Rubber Tire Gantry Crane (RTG)

Gantry crane peti kemas beroda karet yang dapat berpindah antar blok penumpukan di terminal dan depo.

Mobile crane biru beroda banyak terparkir di tepi jalan

Mengenal Rubber Tire Gantry Crane (RTG)

Rubber tire gantry crane (RTG) adalah gantry peti kemas yang berjalan di atas ban karet pada jalur beton di lapangan penumpukan. Crane ini melintasi beberapa baris peti kemas dan satu jalur truk, lalu mengangkat peti kemas dengan spreader dari troli di atas girder.

Berbeda dari RMG, RTG tidak terikat rel. Rodanya dapat diputar 90 derajat sehingga crane bisa berpindah dari satu blok ke blok lain. Tenaganya berasal dari genset diesel di atas crane, sistem hibrida, atau listrik melalui busbar dan kabel.

Penggunaan umum

  • Lapangan penumpukan terminal peti kemas
  • Depo peti kemas
  • Terminal intermoda dengan tata letak yang berubah-ubah

Langkah mengoperasikan Rubber Tire Gantry Crane (RTG) dengan aman

  1. 1

    Periksa tekanan dan kondisi ban, bahan bakar atau sambungan daya, serta kebocoran oli.

  2. 2

    Periksa spreader, twistlock, wire rope, dan indikator di kabin.

  3. 3

    Hidupkan crane dan uji gerakan hoist, troli, gantry, dan kemudi tanpa beban.

  4. 4

    Jalankan gantry lurus di jalur blok dengan memperhatikan truk dan petugas darat.

  5. 5

    Kunci spreader pada peti kemas, pastikan indikator twistlock menyala benar, lalu angkat.

  6. 6

    Pastikan peti kemas benar-benar lepas dari sasis truk sebelum diangkat tinggi.

  7. 7

    Untuk pindah blok, berhenti di area putar, putar roda, dan berpindah tanpa beban.

  8. 8

    Parkir di lokasi yang ditentukan, pasang pengaman angin, dan matikan mesin.

Bahaya utama pada Rubber Tire Gantry Crane (RTG)

  • Tabrakan dengan truk, peti kemas, atau RTG lain saat gantry berjalan
  • Peti kemas jatuh karena twistlock tidak terkunci penuh
  • Truk ikut terangkat bersama peti kemas
  • Ban pecah atau kebakaran pada genset
  • Crane terdorong angin atau terguling saat badai

Siapa yang boleh mengoperasikan

Operator pesawat angkat wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Untuk alat ini, penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara. Terminal peti kemas umumnya juga menetapkan persyaratan kompetensi internal bagi operator.

Pertanyaan seputar Rubber Tire Gantry Crane (RTG)

Apa langkah pertama sebelum mengoperasikan Rubber Tire Gantry Crane (RTG)?

Periksa tekanan dan kondisi ban, bahan bakar atau sambungan daya, serta kebocoran oli.

Apa bahaya utama saat mengoperasikan Rubber Tire Gantry Crane (RTG)?

Tabrakan dengan truk, peti kemas, atau RTG lain saat gantry berjalan; Peti kemas jatuh karena twistlock tidak terkunci penuh; Truk ikut terangkat bersama peti kemas; Ban pecah atau kebakaran pada genset; Crane terdorong angin atau terguling saat badai.

Apakah operator Rubber Tire Gantry Crane (RTG) wajib berlisensi?

Operator pesawat angkat wajib memiliki Lisensi K3 sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Untuk alat ini, penggolongan dan kelasnya dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara. Terminal peti kemas umumnya juga menetapkan persyaratan kompetensi internal bagi operator.

Cara Mengoperasikan lain di kelompok Gantry & Peti Kemas

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.