Crane Bergerak
Cara Menggunakan & Mengoperasikan Crawler Crane
Crane berantai (track) dengan boom rangka, stabil di tanah lunak dan mampu berjalan sambil membawa beban berat.

Mengenal Crawler Crane
Crawler crane bertumpu pada dua rantai baja lebar sehingga tekanan ke tanah tersebar dan crane tidak memerlukan outrigger. Boomnya umumnya berupa rangka (lattice) yang disambung per segmen, ditopang tali pendant dan dinaikturunkan dengan boom hoist winch.
Jenis ini dipilih untuk beban berat dan pekerjaan jangka panjang di satu proyek. Crane dapat berjalan dengan beban tergantung (pick and carry) dalam batas load chart, tetapi mobilisasi antar lokasi memerlukan pembongkaran dan trailer.
Penggunaan umum
- Erection bejana, kolom, dan modul di proyek migas dan petrokimia
- Pemancangan dan pekerjaan fondasi dengan perlengkapan tambahan
- Pemasangan girder jembatan dan komponen pembangkit listrik
- Pengangkatan berat di lahan yang belum diperkeras
Langkah mengoperasikan Crawler Crane dengan aman
- 1
Pastikan jalur dan posisi kerja padat serta rata; pasang mat kayu atau pelat baja bila perlu.
- 2
Periksa track, pin boom, pendant, wire rope, hook, dan level oli sebelum mesin dihidupkan.
- 3
Hidupkan mesin dan uji semua gerakan, rem, serta alat pengaman tanpa beban.
- 4
Masukkan konfigurasi boom dan counterweight ke LMI, lalu baca kapasitas pada radius kerja.
- 5
Angkat beban sedikit, periksa kestabilan dan kemiringan crane.
- 6
Bila berjalan dengan beban, jaga beban rendah, searah track, dan bergerak sangat lambat.
- 7
Letakkan beban, turunkan boom ke sudut parkir yang ditentukan pabrik pembuat.
- 8
Kunci swing, matikan mesin, dan amankan kabin.
Bahaya utama pada Crawler Crane
- Crane terguling karena tanah tidak rata atau ambles di bawah salah satu track
- Boom runtuh akibat beban samping atau kerusakan batang rangka
- Kecelakaan saat perakitan dan pembongkaran boom
- Pekerja terlindas track atau terjepit counterweight
- Kontak boom dengan saluran listrik udara
Siapa yang boleh mengoperasikan
Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Crawler crane sering berkapasitas besar sehingga kelas operatornya perlu dicocokkan dengan kapasitas unit.
Pertanyaan seputar Crawler Crane
Apa langkah pertama sebelum mengoperasikan Crawler Crane?
Pastikan jalur dan posisi kerja padat serta rata; pasang mat kayu atau pelat baja bila perlu.
Apa bahaya utama saat mengoperasikan Crawler Crane?
Crane terguling karena tanah tidak rata atau ambles di bawah salah satu track; Boom runtuh akibat beban samping atau kerusakan batang rangka; Kecelakaan saat perakitan dan pembongkaran boom; Pekerja terlindas track atau terjepit counterweight; Kontak boom dengan saluran listrik udara.
Apakah operator Crawler Crane wajib berlisensi?
Operator wajib memiliki Lisensi K3 (sering disebut SIO) sesuai Permenaker No. 8 Tahun 2020. Kelas operator crane umumnya mengikuti kapasitas angkat: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton. Crawler crane sering berkapasitas besar sehingga kelas operatornya perlu dicocokkan dengan kapasitas unit.
Cara Mengoperasikan lain di kelompok Crane Bergerak
Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?
Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.