Lewati ke konten

Pelatihan dan sertifikasi operator crane Kemnaker RI

Konsultasi awal gratis

Crane Pelabuhan

Cara Menggunakan & Mengoperasikan Ship Unloader Crane

Crane dermaga untuk membongkar muatan curah seperti batu bara, bijih, dan biji-bijian dari palka kapal ke hopper dan konveyor.

Overhead crane di bengkel fabrikasi mengangkat material dari atas truk

Mengenal Ship Unloader Crane

Ship unloader crane adalah pesawat angkat yang dipasang di dermaga khusus curah untuk mengosongkan palka kapal. Tipe yang paling banyak dijumpai adalah grab ship unloader: sebuah grab (clamshell) digantung pada troli yang berjalan di sepanjang boom, turun ke palka, menggigit muatan, lalu naik dan menumpahkannya ke hopper di kaki crane. Dari hopper, material mengalir ke konveyor dermaga menuju stockpile atau langsung ke pabrik. Ada juga tipe kontinu (screw atau bucket elevator) dan tipe pneumatik untuk biji-bijian; cara kerjanya berbeda, tetapi di Indonesia sebutan ship unloader paling sering merujuk pada tipe grab.

Alat ini berjalan di atas rel sepanjang dermaga sehingga bisa berpindah dari satu palka ke palka berikutnya, dan boomnya dapat diangkat agar tidak menghalangi kapal yang sandar atau lepas. Ship unloader umum dipakai di dermaga PLTU, pabrik semen, smelter, pabrik pupuk, dan terminal pangan. Pekerjaannya berulang dengan siklus cepat, sehingga kelelahan struktur, keausan tali kawat, dan debu material menjadi perhatian utama dalam pengoperasian maupun pemeriksaannya.

Penggunaan umum

  • Bongkar batu bara di dermaga PLTU
  • Bongkar klinker, gipsum, dan batu kapur di pabrik semen
  • Bongkar bijih dan konsentrat di smelter
  • Bongkar bahan baku pupuk dan biji-bijian di terminal curah

Langkah mengoperasikan Ship Unloader Crane dengan aman

  1. 1

    Periksa buku catatan shift, kondisi tali kawat, grab, rem, dan fungsi limit switch sebelum menyalakan sistem.

  2. 2

    Pastikan kapal sudah sandar dan tertambat, lalu koordinasikan urutan bongkar tiap palka dengan perwira kapal dan foreman.

  3. 3

    Lepas rail clamp dan pengunci badai, jalankan gantry ke posisi palka, lalu kunci kembali sebelum mulai bekerja.

  4. 4

    Turunkan boom ke posisi kerja setelah dipastikan bebas dari tiang, crane, dan bangunan atas kapal.

  5. 5

    Turunkan grab ke palka, tutup penuh, angkat sampai bebas dari ambang palka, lalu gerakkan troli ke atas hopper tanpa ayunan berlebih.

  6. 6

    Buka grab di atas hopper, pantau level hopper dan laju feeder agar tidak meluap atau menyumbat.

  7. 7

    Bongkar merata sesuai rencana agar kapal tidak miring atau menerima tegangan lambung berlebih, dan sesuaikan kerja saat pasang surut mengubah tinggi kapal.

  8. 8

    Menjelang palka kosong, koordinasikan alat bantu pengumpul (misalnya loader di dalam palka) dan jaga agar grab tidak membentur dasar palka.

  9. 9

    Selesai bekerja, parkir troli, angkat boom, pasang rail clamp dan pengunci badai, matikan sistem, dan catat temuan pada buku shift.

Bahaya utama pada Ship Unloader Crane

  • Grab berayun dan membentur ambang palka, struktur kapal, atau pekerja di dalam palka
  • Tali kawat putus akibat keausan dari siklus kerja yang sangat tinggi
  • Crane terdorong angin di atas rel bila rail clamp tidak terpasang
  • Debu material, termasuk risiko kebakaran dan ledakan debu batu bara atau biji-bijian
  • Benturan boom dengan bangunan atas kapal saat kapal bergerak di tambatan
  • Jatuh dari ketinggian saat akses ke kabin, boom, dan ruang mesin

Siapa yang boleh mengoperasikan

Ship unloader termasuk pesawat angkat yang diatur Permenaker No. 8 Tahun 2020, sehingga operatornya wajib memiliki Lisensi K3 (SIO). Kelas crane umumnya ditentukan menurut kapasitas angkat; penggolongan dan kelas yang tepat untuk unit Anda dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara pelatihan.

Pertanyaan seputar Ship Unloader Crane

Apa langkah pertama sebelum mengoperasikan Ship Unloader Crane?

Periksa buku catatan shift, kondisi tali kawat, grab, rem, dan fungsi limit switch sebelum menyalakan sistem.

Apa bahaya utama saat mengoperasikan Ship Unloader Crane?

Grab berayun dan membentur ambang palka, struktur kapal, atau pekerja di dalam palka; Tali kawat putus akibat keausan dari siklus kerja yang sangat tinggi; Crane terdorong angin di atas rel bila rail clamp tidak terpasang; Debu material, termasuk risiko kebakaran dan ledakan debu batu bara atau biji-bijian; Benturan boom dengan bangunan atas kapal saat kapal bergerak di tambatan; Jatuh dari ketinggian saat akses ke kabin, boom, dan ruang mesin.

Apakah operator Ship Unloader Crane wajib berlisensi?

Ship unloader termasuk pesawat angkat yang diatur Permenaker No. 8 Tahun 2020, sehingga operatornya wajib memiliki Lisensi K3 (SIO). Kelas crane umumnya ditentukan menurut kapasitas angkat; penggolongan dan kelas yang tepat untuk unit Anda dikonfirmasi pada naskah Permenaker No. 8 Tahun 2020 dan penyelenggara pelatihan.

Cara Mengoperasikan lain di kelompok Crane Pelabuhan

Siap mengirim tim Anda untuk pelatihan?

Ceritakan kebutuhan Anda. Tim Pelatihan SIO Crane akan membalas dengan rincian jadwal, persyaratan, dan penawaran resmi.