Crane dapat dikelompokkan menjadi tiga keluarga besar: crane yang terpasang tetap pada lintasan seperti overhead dan gantry crane, crane yang dapat berpindah seperti mobile crane, dan crane menara untuk konstruksi gedung. Tiap jenis memiliki cara kerja, risiko, dan lisensi operator yang berbeda. Mengenali jenisnya adalah langkah pertama sebelum memilih pelatihan SIO crane.
Apa itu crane dan bagaimana penggolongannya dalam peraturan?
Dalam Permenaker No. 8 Tahun 2020, crane termasuk kelompok pesawat angkat, yaitu peralatan untuk mengangkat, menurunkan, dan memindahkan muatan. Kelompok ini berbeda dari pesawat angkut seperti forklift.
Di lapangan, penggolongan paling praktis adalah menurut cara crane bertumpu dan bergerak. Dari situ terlihat apa yang paling menentukan keselamatannya: struktur lintasan, kondisi tanah, atau angin.
Apa saja jenis crane yang umum dipakai?
Empat kelompok berikut mencakup hampir semua crane yang ditemui di tempat kerja di Indonesia.
Overhead crane dan variasinya
Overhead crane berjalan pada rel yang terpasang di struktur bangunan. Gerakannya tiga: naik-turun (hoisting), melintang (traversing), dan memanjang (travelling).
- Overhead travelling crane. Jembatan girder tunggal atau ganda yang melintas di atas area produksi.
- Gantry crane. Mirip overhead crane, tetapi girdernya ditopang kaki yang berjalan di rel lantai. Banyak dipakai di area terbuka.
- Semi gantry crane. Satu sisi bertumpu pada rel bangunan, sisi lain pada kaki.
- Jib crane. Lengan berputar yang terpasang pada kolom atau dinding untuk area kerja kecil.
- Hoist monorel. Hoist yang berjalan di satu balok lintasan.
Risiko utamanya adalah beban melintas di atas pekerja, beban terayun, dan tabrakan antar crane pada lintasan yang sama. Perbandingan lengkapnya ada di artikel perbedaan overhead crane, gantry crane, dan hoist.
Mobile crane
Mobile crane dapat berpindah lokasi dengan tenaga sendiri. Kapasitasnya berubah menurut radius, panjang boom, dan konfigurasi tumpuan.
- Truck crane. Dipasang pada sasis truk, dapat berjalan di jalan raya.
- Rough terrain crane. Empat roda besar, lincah di medan proyek, tidak untuk jalan raya jarak jauh.
- All terrain crane. Gabungan kemampuan jalan raya dan medan proyek, kapasitas besar.
- Crawler crane. Berjalan di atas rantai (track), stabil, dapat bergerak sambil membawa beban dalam batas tertentu.
- Truck loader crane. Crane lipat yang terpasang pada truk barang.
Risiko utamanya adalah terguling akibat tanah lemah atau beban melebihi kapasitas pada radius tertentu, serta kontak boom dengan jaringan listrik. Uraiannya ada di jenis mobile crane: crawler, truck, dan rough terrain.
Tower crane
Tower crane adalah crane menara yang dipasang di proyek gedung bertingkat. Jangkauannya luas dan tingginya dapat ditambah mengikuti kenaikan bangunan.
- Hammerhead (top slewing). Jib horizontal dengan trolley, bentuk paling umum.
- Flat top. Tanpa puncak menara di atas jib, memudahkan pengaturan beberapa crane yang saling tumpang jangkauan.
- Luffing jib. Jib dapat dinaik-turunkan, cocok untuk lahan sempit di tengah kota.
- Self erecting. Berukuran kecil dan dapat didirikan sendiri.
Risiko utamanya adalah angin, pandangan operator yang terbatas, serta pekerjaan pemasangan dan pembongkaran. Kelas operatornya dibedakan menurut ketinggian, seperti dibahas dalam tower crane dan kelas operator.
Crane pelabuhan dan jenis khusus lainnya
Selain tiga keluarga di atas, industri tertentu memakai crane khusus:
- Container gantry crane (ship to shore). Memindahkan peti kemas antara kapal dan dermaga.
- Rubber tyred gantry dan rail mounted gantry. Menyusun peti kemas di lapangan penumpukan.
- Portal crane dan level luffing crane. Dipakai di dermaga curah dan galangan kapal.
- Pedestal crane. Terpasang di anjungan lepas pantai dan kapal.
- Floating crane. Dipasang di atas tongkang.
Jenis-jenis ini juga termasuk pesawat angkat. Bila perusahaan Anda mengoperasikannya, tanyakan kepada penyelenggara skema pembinaan yang sesuai.
Bagaimana perbandingan antar jenis crane?
| Jenis | Lokasi khas | Mobilitas | Faktor risiko dominan | Dasar kelas operator |
|---|---|---|---|---|
| Overhead crane | Pabrik, gudang | Terbatas pada lintasan | Beban di atas pekerja, ayunan | Kapasitas |
| Gantry crane | Yard, galangan | Terbatas pada rel | Angin, lintasan terbuka | Kapasitas |
| Mobile crane | Proyek, migas, tambang | Bebas berpindah | Tanah, radius, jaringan listrik | Kapasitas |
| Tower crane | Gedung bertingkat | Tetap, berputar | Angin, pandangan terbatas | Ketinggian |
Lisensi apa yang dibutuhkan untuk tiap jenis?
Prinsipnya, lisensi mengikuti jenis dan kelas.
- Operator crane di pabrik dan gudang mengikuti pelatihan operator overhead crane.
- Operator truck, crawler, dan rough terrain crane mengikuti pelatihan operator mobile crane.
- Operator crane menara mengikuti pelatihan operator tower crane.
Untuk overhead dan mobile crane, kelas ditentukan kapasitas: Kelas III sampai 25 ton, Kelas II di atas 25 sampai 100 ton, dan Kelas I di atas 100 ton.
Apa pun jenis cranenya, pengangkatan selalu melibatkan juru ikat yang mengikat beban dan memberi isyarat. Karena itu banyak perusahaan menyertakan rigger dalam rencana sertifikasi yang sama.
Bagaimana memilih crane untuk suatu pekerjaan?
Pemilihan unit biasanya menjadi tugas perencana pengangkatan, tetapi operator perlu memahami logikanya:
- Berapa berat beban termasuk alat bantu angkat?
- Berapa radius dan ketinggian yang harus dicapai?
- Bagaimana kondisi tumpuan dan akses lokasi?
- Adakah halangan seperti bangunan, pipa, atau jaringan listrik?
- Berapa lama crane dibutuhkan di lokasi?
Pekerjaan berulang di satu titik lebih cocok dengan crane terpasang, sedangkan pekerjaan singkat di banyak titik lebih cocok dengan mobile crane.
Referensi
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut
- UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


